MAKASSAR, Jelajahinfo.id — Ribuan buruh di Makassar turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025, menggelar aksi damai namun penuh semangat dengan tuntutan utama reformasi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Aksi ini digelar di berbagai titik kota dan membawa pesan tegas: para pekerja menuntut UU yang lebih adil dan berpihak pada kesejahteraan mereka.
Dalam orasi yang disampaikan, koordinator aksi M. Idris menyoroti sejumlah isu utama yang selama ini dirasakan oleh para buruh, seperti upah yang tidak memadai, sistem kerja yang tidak adil, dan perlindungan pekerja yang masih lemah. Ia menegaskan bahwa UU Ketenagakerjaan saat ini belum mampu menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban buruh serta pengusaha.
“Kami menuntut upah yang layak, perlindungan lebih baik bagi pekerja, terutama terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sering terjadi tanpa alasan jelas,” ujar Idris.
Ia menambahkan, buruh juga menginginkan jaminan kesehatan dan pensiun yang memadai, termasuk bagi pekerja sektor informal yang kerap terlupakan.
Aksi ini diikuti oleh serikat pekerja dari berbagai sektor, mulai dari industri, konstruksi, hingga sektor informal. Para buruh mengenakan pakaian seragam dan membawa poster bertuliskan tuntutan mereka, seperti:
“Tuntut UU Ketenagakerjaan yang Berkeadilan” “Jaga Hak Buruh, Jangan Biarkan Pengusaha Menindas” Masyarakat sekitar juga memberikan dukungan dengan sorakan semangat dari pinggir jalan. Beberapa warga menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan buruh, khususnya terkait hak-hak pekerja yang sering diabaikan.
Respon Pemerintah Menteri Tenaga Kerja RI menanggapi aspirasi buruh dengan menekankan bahwa pemerintah akan terus mengkaji dan mempertimbangkan semua masukan. Namun, perubahan besar terhadap UU Ketenagakerjaan membutuhkan proses panjang dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengusaha dan akademisi.
“Kami memahami kebutuhan buruh untuk mendapatkan keadilan, namun revisi undang-undang harus melalui pembahasan mendalam dan melibatkan semua pihak terkait,” ujar Menteri.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetap menjadi prioritas, dengan mengedepankan dialog sosial konstruktif antara serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Bagi buruh Makassar, aksi ini adalah bentuk perjuangan yang tidak akan berhenti sampai ada perubahan nyata. Idris menambahkan, “Ini bukan hanya untuk kami di Makassar, tetapi untuk seluruh buruh Indonesia. Kami ingin perubahan nyata dan perlindungan lebih baik bagi pekerja.”
Aksi May Day 2025 di Makassar menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Buruh bukan hanya untuk merayakan pencapaian, tetapi juga sebagai momentum memperjuangkan hak-hak buruh. Diharapkan masyarakat dan pemerintah semakin memperhatikan kebutuhan pekerja agar tercipta keadilan sosial yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.


