Bentrok Dua Kelompok Gegerkan Terminal Palakka di Bone, Empat Pemuda Diamankan
Cari Berita

Bentrok Dua Kelompok Gegerkan Terminal Palakka di Bone, Empat Pemuda Diamankan

Admin
Rabu, 07 Januari 2026

 

BONE, Jelajahinfo.id — Warga Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, dibuat resah oleh insiden bentrokan yang terjadi di kawasan Terminal Palakka pada Kamis (8/1/2026). Keributan tersebut langsung mendapat perhatian aparat kepolisian setelah laporan masuk ke Polsek Tanete Riattang.

 

Tim Opsnal yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan situasi dan mengamankan empat pria yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Mereka berinisial AF (21) asal Kelurahan Macanang, AN (20) warga Teko-Teko, AG (20) dari Bakunge, serta SI (23) warga Compong’e. Keempatnya kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tanete Riattang.

 

Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa keributan dipicu oleh kesalahpahaman antara dua kelompok yang berada di area terminal. Satu kelompok merupakan anak punk yang tengah berkumpul, sementara kelompok lainnya adalah sejumlah pemuda yang melakukan balap liar. Anak punk sempat menegur aksi balap liar tersebut karena dinilai membahayakan pengguna jalan.

 

Situasi berubah menjadi tegang ketika salah seorang pemuda pembalap liar terjatuh dari sepeda motornya. Ia merasa diejek oleh kelompok anak punk, meskipun belum dapat dipastikan kebenarannya. Perasaan tersinggung itu kemudian memicu emosi dan berujung pada aksi saling kejar yang berubah menjadi bentrokan fisik.

 

Kericuhan pun tak terelakkan. Kedua kelompok terlibat aksi saling serang di sekitar kompleks Terminal Palakka hingga membuat warga sekitar panik.

 

Dalam peristiwa tersebut, polisi menduga kelompok pemuda pembalap liar membawa kabur satu unit sepeda motor Mio Soul merah milik seseorang bernama Rian. Hingga kini, kendaraan tersebut masih dalam pencarian dan pelakunya belum diketahui secara pasti.

 

Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya satu buah sadel sepeda motor dan sebilah parang. Barang bukti tersebut menguatkan dugaan bahwa bentrokan berpotensi menimbulkan dampak lebih serius apabila tidak segera ditangani.

 

Pihak kepolisian memastikan penyelidikan masih terus berlanjut. Selain mendalami peran masing-masing terduga pelaku, aparat juga memburu pihak lain yang diduga terlibat serta menelusuri keterkaitan antara aksi balap liar dan bentrokan yang terjadi di Terminal Palakka.