Dramatis! BPBD Makassar Selamatkan 13 Wisatawan Terjebak Banjir Bandang di Air Terjun Barayya
Cari Berita

Dramatis! BPBD Makassar Selamatkan 13 Wisatawan Terjebak Banjir Bandang di Air Terjun Barayya

Admin
Sabtu, 03 Januari 2026

 

GOWA, Jelajahinfo.ID — Aksi heroik ditunjukkan tim penyelamat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar pada awal tahun 2026. Sebanyak 13 warga Kota Makassar berhasil dievakuasi setelah terjebak banjir bandang saat berwisata di kawasan Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa.

 

Operasi penyelamatan berlangsung dramatis pada Minggu malam (4/1/2026). Kecepatan respons dan ketepatan tindakan tim di lapangan menjadi faktor penentu keselamatan belasan nyawa tersebut, mengingat derasnya arus sungai dan kondisi alam yang sangat berbahaya.

 

Peristiwa ini bermula ketika rombongan wisata yang terdiri dari 13 orang melakukan penjelajahan alam di kawasan Air Terjun Barayya sejak Sabtu (3/1/2026). Pada awalnya, kondisi cuaca di lokasi terpantau aman untuk aktivitas luar ruang. Namun, situasi berubah drastis saat hujan lebat mengguyur wilayah hulu Sungai Jeneberang.

 

Dalam waktu singkat, debit air sungai meningkat tajam. Banjir bandang datang tiba-tiba dan memutus jalur penyeberangan yang seharusnya digunakan rombongan untuk kembali. Terjebak di antara tebing dan arus sungai yang sangat deras, para wisatawan terpaksa bertahan di dataran lebih tinggi dengan peralatan seadanya sambil menunggu pertolongan.

 

“Mereka terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya. Arus sungai sangat deras dan tidak memungkinkan untuk diseberangi secara mandiri,” ujar Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, Minggu malam.

 

Meski lokasi kejadian berada di wilayah administratif Kabupaten Gowa, BPBD Kota Makassar langsung bergerak cepat setelah menerima laporan bahwa warga Makassar berada dalam kondisi darurat. Atas instruksi langsung Fadli Tahar, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Makassar dikerahkan ke lokasi dengan membawa perlengkapan rescue lengkap serta ambulans.

 

Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Selain arus sungai yang kuat, petugas harus bekerja dalam kondisi minim pencahayaan karena hari telah gelap. Medan yang terjal dan licin turut meningkatkan risiko bagi tim penyelamat.

 

“Satu per satu korban berhasil kami jangkau dengan teknik evakuasi khusus. Kami menggunakan peralatan mountaineering, life jacket, serta perlengkapan medis pendukung. Kami juga memastikan korban mendapatkan jaket penghangat dan makanan darurat agar kondisi fisik tetap stabil,” jelas Fadli.

 

Setelah melalui upaya panjang dan penuh risiko, seluruh korban yang terdiri dari 5 perempuan dan 8 laki-laki berhasil dievakuasi ke titik aman. Ke-13 warga tersebut masing-masing bernama Faisal, Anis, Rini, Dini, Sety, Titi, Ahmad, Tini, Dayat, Ikram, Ikhsan, Edo, dan Ical.

 

Usai dievakuasi dari lokasi, para korban langsung menjalani pemeriksaan medis awal sebelum dibawa menggunakan kendaraan operasional BPBD menuju Kota Makassar untuk penanganan lanjutan serta pemulihan kondisi fisik dan psikologis.

 

Keberhasilan operasi ini menambah catatan positif kinerja BPBD Makassar di awal tahun 2026. Sebelumnya, pada 1 Januari 2026, TRC BPBD Makassar juga berhasil mengevakuasi lima nelayan yang terombang-ambing di perairan Barrang Lompoa akibat kerusakan mesin kapal.

 

Fadli Tahar menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan prioritas utama, tanpa terhalang batas wilayah administratif.

 

“Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab kami. Medan memang berat dan berisiko, tetapi itu tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan,” tegasnya.

 

Sebagai penutup, BPBD Makassar mengimbau masyarakat, khususnya para pecinta alam, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas di wilayah sungai maupun pegunungan. Pada musim hujan, potensi banjir bandang dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.

 

Keberhasilan penyelamatan 13 warga ini kembali membuktikan pentingnya kesiapsiagaan, keberanian, dan koordinasi dalam menghadapi situasi bencana. BPBD Makassar menegaskan komitmennya untuk terus hadir melindungi warga dalam setiap kondisi darurat.