Hujan Badai di Makassar, Pengendara Motor Tertimpa Pohon di Perintis Kemerdekaan
Cari Berita

Hujan Badai di Makassar, Pengendara Motor Tertimpa Pohon di Perintis Kemerdekaan

Admin
Sabtu, 10 Januari 2026

 

Jelajahinfo.id — Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan kembali memicu insiden membahayakan. Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Makassar sejak Minggu (11/1/2026) siang hingga sore hari. Akibatnya, dua pohon berukuran raksasa tumbang dan menutup total akses utama di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya.

 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WITA ini menyebabkan jalur poros Makassar–Maros lumpuh total. Dua batang pohon berdiameter besar roboh melintang di tengah badan jalan, tepat saat arus lalu lintas berada dalam kondisi padat. Insiden tersebut tidak hanya menghentikan mobilitas ribuan kendaraan, tetapi juga menyebabkan korban luka di kalangan pengguna jalan.

 

Berdasarkan informasi di lapangan, hujan badai yang mengguyur wilayah Biringkanaya sejak siang hari membuat struktur tanah di sekitar pepohonan menjadi labil. Hembusan angin kencang yang datang secara tiba-tiba akhirnya menumbangkan dua pohon raksasa secara bersamaan.

 

Nahas, saat kejadian, sejumlah pengendara sepeda motor tengah melintas di bawah pohon tersebut. Sedikitnya empat unit sepeda motor dilaporkan tertimpa batang dan dahan pohon. Peristiwa yang berlangsung cepat itu membuat para pengendara tidak sempat menghindar.

 

Kapolsek Biringkanaya, AKP Andik Wahyu Cahyono, membenarkan adanya korban dalam kejadian tersebut. Dari empat pengendara yang tertimpa, satu orang mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.

 

“Kendaraan yang tertimpa ada empat motor. Untuk korban saat ini dirawat di RSUD Daya. Satu orang masih dalam observasi tim medis karena luka yang dialami cukup parah,” ujar AKP Andik, Minggu malam.

 

Besarnya ukuran pohon membuat proses evakuasi berjalan cukup alot. Petugas gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran segera diterjunkan ke lokasi usai kejadian.

 

Namun, proses pembersihan sempat terkendala keterbatasan peralatan di tahap awal. Batang pohon yang berukuran besar dan keras tidak memungkinkan dipindahkan secara manual, sehingga petugas membutuhkan sejumlah mesin gergaji (senso) serta bantuan alat berat.

 

“Kendalanya memang di peralatan. Ukuran pohonnya cukup raksasa sehingga membutuhkan banyak mesin gergaji dan bantuan crane,” jelas AKP Andik.

 

Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil memotong dan menyingkirkan batang pohon yang melintang. Sekitar pukul 18.00 WITA, satu sisi bahu jalan berhasil dibuka sehingga kendaraan roda dua dan roda empat mulai bisa melintas secara bergantian dengan sistem buka-tutup.

 

“Akses sudah mulai terbuka setengah bahu jalan. Saat ini tinggal pembersihan sisa kayu dan lumpur di aspal agar tidak membahayakan pengendara,” tambahnya.

 

Tertutupnya Jalan Perintis Kemerdekaan berdampak besar pada arus transportasi. Ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang hingga beberapa kilometer. Banyak pengendara terpaksa memutar balik mencari jalur alternatif melalui jalan perumahan dan jalur tikus.

 

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

 

Mengingat fenomena cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut, pengendara diminta tidak berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar yang rawan tumbang.