WAJO, Jelajahinfo.id — Pesta Wirausaha Wajo (PWW) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan rangkaian kegiatan yang padat, inspiratif, dan sarat kolaborasi.
Penutupan ini menandai berakhirnya sebuah perhelatan kewirausahaan yang tidak hanya berfokus pada berbagi pengetahuan, tetapi juga menegaskan kebangkitan semangat pelaku usaha lokal di Kabupaten Wajo.
Ketua TDA Wajo 8.0, Muhammad Zaldi Suradin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PWW 2026 merupakan bukti konkret tumbuhnya ekosistem wirausaha yang dinamis dan berdaya saing di Wajo.
“PWW ini bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah sebuah gerakan. Kita ingin wirausaha Wajo berani bermimpi lebih besar, naik kelas, dan masuk ke permainan yang lebih luas,” tegas Zaldi.
Selama pelaksanaannya, PWW 2026 menghadirkan berbagai pembicara nasional hingga internasional, diskusi strategis, sesi inspiratif, serta beragam kegiatan pendukung seperti kompetisi kreatif dan aktivitas olahraga. Seluruh rangkaian dirancang untuk menguatkan kapasitas pelaku usaha, baik dari sisi bisnis, mentalitas, maupun jejaring.
Direktur Pesta Wirausaha Wajo 2026, Ahmad Dedy Afandi, menilai tingginya antusiasme peserta menjadi indikator kuat keberhasilan kegiatan tersebut.
“Peserta tidak hanya hadir untuk mendengar materi, tetapi benar-benar ingin belajar, membangun relasi, dan berkolaborasi. Energi inilah yang membuat PWW 2026 terasa hidup,” ungkapnya.
Menurut Ahmad Dedy, kesuksesan PWW 2026 tidak lepas dari kerja keras panitia dan relawan yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.
“Terima kasih kepada para penerbang roket—panitia PWW 2026. Tanpa kalian, acara ini tidak akan pernah terwujud,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya PWW 2026, mulai dari pembicara, sponsor, komunitas, hingga peserta yang menjadi jiwa utama acara.
Dalam suasana penutupan yang hangat dan penuh kebersamaan, Zaldi Suradin kembali mengingatkan pentingnya menjaga semangat kolaborasi lintas sektor setelah acara berakhir.
“Tidak ada wirausaha yang tumbuh sendirian. PWW adalah ruang temu. Tantangan kita ke depan adalah memastikan semangat kolaborasi ini terus menyala,” katanya.
Sementara itu, Eko Desriyanto turut memberikan apresiasi kepada panitia atas kerja keras dan ketangguhan mereka dalam menghadapi tantangan teknis jelang acara. Ia menyoroti perubahan lokasi kegiatan yang harus dilakukan secara mendadak.
“H-4 acara, lokasi yang direncanakan tidak bisa digunakan karena renovasi dan harus dipindahkan ke GOR Andi Ninnong. Namun panitia mampu mengatasinya dengan sangat baik. Ini adalah kesuksesan PWW 2026 yang akan saya ceritakan,” ujarnya.
Dari sisi peserta, Qadriah Ningsih Rahmadani, CEO Rustika Consultant, mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan PWW 2026, khususnya kehadiran pembicara internasional.
“Terima kasih PWW 2026 yang sudah menghadirkan Nash Idrus dari Malaysia. Terima kasih juga atas energi positif yang luar biasa selama acara,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya Pesta Wirausaha Wajo 2026, Kabupaten Wajo kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kewirausahaan sebagai pilar ekonomi masa depan—berangkat dari potensi lokal, menuju panggung yang lebih besar dan kompetitif.


.jpg)