SINJAI, Jelajahinfo.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Paotere kembali menyampaikan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Dalam prakiraannya, BMKG menyebutkan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dan berpotensi terjadi pada periode 2 sampai 5 Februari 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin yang bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan sekitar 15 hingga 30 knot.
Menindaklanjuti peringatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat, terutama nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan dan secara aktif memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.
BPBD juga menyarankan agar aktivitas pelayaran ditunda jika kondisi cuaca dinilai tidak aman, demi menghindari risiko kecelakaan laut. Khusus bagi nelayan dengan perahu berukuran kecil, diimbau untuk tidak melaut apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang melampaui 1,25 meter.
Selain itu, warga yang bermukim di kawasan pesisir diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya angin kencang, hujan lebat, serta arus laut yang kuat. Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


