Jelajahinfo.id — Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian kembali menegaskan komitmen parlemen dalam memperkuat tata kelola olahraga nasional sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet Indonesia. Hal itu disampaikan usai Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir pada Selasa (27/1/2026), yang membahas evaluasi kinerja Kemenpora sepanjang 2025 serta arah kebijakan strategis tahun 2026.
Hetifah menilai kinerja Kemenpora selama 2025 menunjukkan hasil positif, terutama dalam optimalisasi anggaran dan pencapaian prestasi olahraga di level internasional.
“Capaian Indonesia di SEA Games 2025 Thailand dengan perolehan 91 medali emas serta keberhasilan di ASEAN Para Games dengan raihan 135 emas menjadi bukti konkret dari sistem pembinaan atlet yang terus diperkuat,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (4/2/2026).
Tak hanya soal prestasi, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 juga mendapat apresiasi karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan sports tourism dan memberikan dampak ekonomi signifikan, baik bagi daerah maupun nasional, melalui keterlibatan ratusan pelaku UMKM.
Komisi X DPR RI mencermati adanya pendekatan baru dalam pembangunan olahraga nasional yang lebih terarah dan berbasis hasil. Menpora memaparkan bahwa pemerintah kini memprioritaskan pembinaan 21 cabang olahraga unggulan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028, Asian Games 2026, serta berbagai multievent internasional lainnya.
Strategi pembinaan tersebut mencakup penguatan pemusatan latihan nasional, penerapan sport science, pemenuhan nutrisi atlet, hingga skema pendanaan berbasis kinerja. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program beasiswa keolahragaan melalui LPDP bagi atlet, pelatih, dan pengelola olahraga guna memperkuat kualitas sumber daya manusia olahraga nasional.
Di sisi lain, Hetifah menekankan bahwa pembangunan olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat industri olahraga dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Pengembangan sports tourism melalui event internasional, standardisasi produk olahraga dalam negeri, serta optimalisasi aset daerah menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri olahraga yang melibatkan UMKM.
“Program olahraga masyarakat, termasuk optimalisasi Car Free Day di berbagai daerah, menjadi instrumen penting untuk meningkatkan partisipasi publik sekaligus mendukung target kebugaran nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, Komisi X DPR RI menyoroti urgensi reformasi tata kelola keolahragaan nasional. Hal ini mencakup penyederhanaan regulasi melalui pendekatan omnibus, penyelesaian konflik kepengurusan cabang olahraga secara musyawarah dengan tetap mengutamakan perlindungan atlet, serta penguatan manajemen talenta sejak usia dini.
Selain fokus pada prestasi, DPR RI juga memberi perhatian besar pada keberlanjutan kesejahteraan atlet.
“Pembangunan sistem jaminan masa depan atlet, penguatan sport science, dan peningkatan budaya olahraga masyarakat harus dijalankan secara konsisten,” tegas Hetifah.
Di sektor kepemudaan, Komisi X DPR RI mendukung penuh program pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda melalui Youth Camp tematik, lomba debat dan pidato, serta pelaksanaan Indonesia Youth Summit sebagai bagian dari konsolidasi gagasan menuju peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda 2028.
Hetifah menegaskan, Komisi X DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar seluruh program dan anggaran Kemenpora tahun 2026 dilaksanakan secara terukur, transparan, dan akuntabel, demi peningkatan prestasi olahraga serta kesejahteraan atlet dan pemuda Indonesia.


