Puasa Tetap Jalan, Gizi Tetap Aman: Program MBG Sulsel Mengalir Selama Ramadan
Cari Berita

Puasa Tetap Jalan, Gizi Tetap Aman: Program MBG Sulsel Mengalir Selama Ramadan

Admin
Kamis, 05 Februari 2026


MAKASSAR, Jelajahinfo.id — Memasuki bulan suci Ramadan, berbagai agenda publik biasanya mengalami penyesuaian, termasuk aktivitas di sekolah. Namun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan satu hal penting tetap berjalan normal: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dihentikan selama Ramadan.


Kebijakan ini diambil meskipun sebagian besar penerima manfaat dari kalangan pelajar menjalankan ibadah puasa. Pemerintah telah menyiapkan pola distribusi khusus agar kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah.


Kepala Kantor Pelayanan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani, menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat merupakan komitmen jangka panjang yang tidak boleh terhenti, termasuk di bulan Ramadan. Menurutnya, kesinambungan program ini sangat krusial dalam menjaga capaian penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat Sulsel.


Salah satu penyesuaian utama yang dilakukan selama Ramadan adalah perubahan bentuk menu. Mengingat siswa berpuasa di siang hari, KPPG Makassar kembali menerapkan skema menu kering, seperti yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.

“Pelaksanaannya masih mengacu pada mekanisme lama. Selama Ramadan, paket MBG diberikan dalam bentuk menu kering,” ujar Handayani di Makassar, Selasa (3/2/2026).


Menu ini disiapkan dengan standar gizi yang tetap terjaga, namun memiliki daya simpan lebih lama. Paket makanan tersebut dapat dibawa pulang oleh peserta didik dan dikonsumsi saat berbuka puasa maupun sahur. Skema ini dinilai efektif untuk mencegah pemborosan sekaligus memastikan manfaat nutrisi tetap optimal.


Terkait aktivitas sekolah, Handayani menyebut penyaluran MBG bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kalender pendidikan nasional. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu kepastian terkait kebijakan libur awal Ramadan dari pemerintah pusat.


“Kami terus memantau perkembangan kebijakan pusat. Begitu ada keputusan resmi, penyaluran akan langsung kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.


Sebagai langkah antisipasi, KPPG Makassar telah menyiapkan opsi penyaluran alternatif apabila sekolah diliburkan dalam waktu lama. Fokus distribusi akan dialihkan ke jalur non-sekolah agar program tetap berjalan tanpa jeda.


Menariknya, MBG tidak hanya bergantung pada aktivitas belajar mengajar. Program ini juga menyasar kelompok rentan yang tidak terikat kalender akademik, yakni kelompok prioritas yang dikenal sebagai Sasaran 3B.


Kelompok tersebut meliputi:


Ibu hamil, guna mencegah risiko stunting sejak masa kehamilan


Ibu menyusui, agar kualitas ASI tetap terjaga selama berpuasa


Balita non-PAUD, yaitu anak usia di bawah lima tahun yang belum mengenyam pendidikan formal


“Kalau sekolah libur, program tetap jalan lewat sasaran 3B. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap menerima asupan gizi rutin selama Ramadan hingga menjelang Lebaran,” tegas Handayani.


Keberlanjutan MBG di bulan puasa diharapkan mampu menjadi penopang kesehatan keluarga prasejahtera di Sulawesi Selatan. Asupan protein dan vitamin yang terjaga diyakini dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, khususnya bagi ibu dan anak.


Selain distribusi, pengawasan kualitas makanan juga menjadi perhatian utama. KPPG Makassar memastikan setiap menu kering yang dibagikan memenuhi standar keamanan pangan, terutama menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.


Dengan strategi ini, Ramadan 2026 di Sulawesi Selatan bukan hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga penguatan kesehatan fisik bagi generasi masa depan.