Seragam Jumat Baru! Batik ASN Bulukumba 2026 Usung Identitas Pinisi dan Budaya Kajang
Cari Berita

Seragam Jumat Baru! Batik ASN Bulukumba 2026 Usung Identitas Pinisi dan Budaya Kajang

Admin
Kamis, 05 Februari 2026


BULUKUMBA, Jelajahinfo.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba secara resmi memperkenalkan Batik ASN Bulukumba 2026 sebagai seragam batik terbaru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bulukumba.


Peluncuran batik tersebut berlangsung meriah dalam rangkaian acara malam puncak Hari Jadi Bulukumba ke-66, yang digelar di Panggung Utama Pantai Merpati, pada Rabu malam, 4 Februari 2026.


Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, didampingi Wakil Bupati Andi Edy Manaf, serta Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida Muchtar.


Dalam momentum tersebut, sejumlah ASN tampil mengenakan batik baru dan berjalan di atas panggung di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara.


Yang membuat Batik ASN Bulukumba tahun ini terasa berbeda adalah karena batik ini hadir sebagai produk asli daerah.


Jika pada tahun-tahun sebelumnya seragam batik ASN masih dipesan dari luar Bulukumba, kini seluruh proses pengerjaan dilakukan sepenuhnya oleh perajin lokal.


Batik ini merupakan hasil karya kelompok perajin perempuan Kelompok Membatik Bunga Mawar yang berasal dari Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale.


Kelompok tersebut merupakan binaan Dekranasda dan TP PKK Bulukumba, dan mulai aktif memproduksi batik sejak Desember 2025.


Walaupun terbilang baru berkembang, kualitas hasil batik buatan kelompok ini dinilai cukup menjanjikan, dengan karakter visual yang kuat serta mampu bersaing dengan batik dari daerah lain.


Motif Khas Bulukumba


Batik ASN Bulukumba 2026 tampil dengan dominasi warna jingga, dipadukan aksen hijau daun yang memberi kesan hangat sekaligus alami.


Motif yang diangkat menggambarkan identitas daerah, mulai dari perahu Pinisi, unsur budaya Kajang, hingga dinamika gerak tarian tradisional.

Ke depan, batik ini akan ditetapkan sebagai pakaian dinas wajib ASN Pemkab Bulukumba dan digunakan setiap hari Jumat.


Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan apresiasi atas lahirnya batik ASN yang berasal dari kreativitas masyarakat Bulukumba sendiri.


“Ini membuktikan Bulukumba bisa menghasilkan karya berkualitas dari tangan-tangan kreatif masyarakatnya,” ungkap Andi Utta.


Salah seorang ASN Disparpora Bulukumba, Hamzir Arsyad, juga mengaku bangga dapat mengenakan batik yang dibuat langsung oleh perajin Desa Topanda. Menurutnya, dari sisi bahan maupun desain, kualitasnya tidak kalah dibanding produk serupa dari luar daerah.


Pengembangan batik ini berawal dari kolaborasi antara Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba bersama Dekranasda Bulukumba.


Pada Desember 2025, puluhan peserta calon pembatik mendapatkan pelatihan intensif yang dibimbing oleh instruktur profesional dari Yogyakarta.


Melalui pendampingan tersebut, kelompok yang sebelumnya hanya memproduksi kain pantai kini mampu naik kelas dan memproduksi batik khas Bulukumba secara mandiri.